Partner

Pages

Friday, November 4, 2011

Kerajaan dan Seteguk Air

Konon pada suatu hari Raja Harun Al-Rasyid mencari-cari Bahlul dan meminta nasihat yang berharga darinya.

Kata Bahlul, “Katakan padaku, wahai Raja, kalau Tuan kebetulan sedang berada di padang pasir dan hampir mati kehausan, Tuan berani membayar berapa untuk seteguk air?”

“Seratus dinar,” kata sang Raja.

  


“Kalau orang yang punyai itu tidak mau uang? Maukah Tuan menyerahkan separo dari kerajaan Tuan kepadanya?”

“Tentu,” kata Harun.

“Jika setelah minum air itu ternyata Tuan terkena penyakit yang mengancam jiwa Tuan, Tuan mau memberikan apa untuk memulihkan kesehatan Tuan?”

“Yang separonya lagi.”

“Maka,” kata Bahlul, janganlah terlalu lupa diri dengan kerajaan Tuan, sebab harga sebuah kerajaan itu hamper sama dengan seteguk air.”


Humor-Humor Sufi
By : Massud Farzan

Tuesday, November 1, 2011

Iman adalah Kehidupan

Orang yang paling menderita adalah mereka yang khilangan iman dan keyakinan. Selamanya ia akan hidup gamang, murka, rendah, dan hina. “Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, ia akan hidup menderita.

Yang bisa membuat jiwa bahagia, bersih, suci, dan gembira, serta yang bisa mengahlau risau dan galau hanyalah iman kepada Allah, Sang Pengatur semesta alam. Hidup baru terasa nikmat dengan iman.

Apabila iman telah lenyap tidak ada lagi kehidupan
Tidak ada lagi dunia bagi yang tidak menghidupkan agama

Cara terbaik yang dilakukan orang ateis adalah bunuh diri dengan harapan dirinya terlepas dari belenggu dan kegelapan. Itulah hidup jika tanpa dilandasi iman. Laknat dan kecaman terus menyertai orang yang keluar dari ajaran Allah. “Demikianlah Kami memalingkan hati an penglihatan mereka sebagaimana mereka tidak beriman kepada-Nya kali pertama. Dan Kami biarkan buta dalam kesesatannya.

Kini saatnya dunia menerima dan meyakni sepenuhnta bahwa tiada Tuhan selain Allah setelah penelitian panjang selama berabad-abad menyimpulkan bahwa berhala adalah khurafat, kekufuran adalah laknat, dan ateisme adalah dusta. Sebaliknya, para Rasul itu benar dan Allah Maha Benar; Dia Pemilik kekuasaan, pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kebahagiaan dan ketenteraman anda bergantung kepada sejauh mana kekuatan dan kehangatan iman anda. “siapa yang beramal saleh, baiklaki-laki maupun perempuan, sementara ia mukmin, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik serta akan Kami balas mereka sesuai dengan amal terbaik yang mereka lakukan.

Yang dimaksud dengan kehidupan yang baik pada ayat di atas adalah keyakinan terhadap janji Tuhan, keteguhan hati dalam mencintai-Nya, bersihnya jiwa dari berbagai penyimpangan, ketenangan menghadapi berbagai peristiwa, ketenteraman kalbu saat menerima ketentuan-Nya, serta ridho mereka terahdap takdir. Sebab, mereka rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi dan rasul.

From the book : 30 Rahasia Hidup Tenteram dan Bahagia
By : DR. Aidh Al-Qarni

Menantikan ganti dari Allah

Allah tidak mengambil sesuatu darimu kecuali Dia pasti menggantinya dengan yang lebih baikselama anda bersabar dan mengharap dari-Nya.  “Siapa yang bersabar ketika penglihatannya diambil, akan Kugantikan ia dengan surga.” “Siapa yang berahrap kepada Allah ketika kehilangan orang yang dicinta, Kugantikan ia dengan surga.” Siapa yang kehilangan anak-anaknya dan kemudian bersabar akan dibangunkanuntuknya rumah pujian (Bayt al-hamd) di surga. Demikian seterusnya. Ini hanya sekadar contoh.

Karena itu, janganlah bersedih dengan musibah yang menimpa, sebab Zat yang menetapkannya memiliki surga dan pahala.

Wali Allah yang mendapat musibah dan ujian diberi penghormatan di surga firdaus, “Salam sejahtera atas kalian berkat kesabaran kalian. Inilah tempat terbaik untuk kalian.

Sudah selayaknya kita melihat ganti dan pahala dari musibah yang menimpa. “Salawat dan rahmat Tuhan tercurah atas mereka. Mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Selamat bagi mereka yang terkena musibah.

Usia dunia sangat singkat. Kekayaannya juga terbatas. Sementara, akhirat jauh lebih baik dan lebih kekal. Maka siapa yang mendapat musibah di dunia, ia akan selamat di akhirat. Siapa yang penat di dunia, ia akan istirahat disana. Orang yang terpaut pada dunia dan mencintainya, mereka sangat takut kehilangan bagian darinya serta mencari kesenangan padanya. Sebab, hanya dunia yang mereka harapkan. Musibah tampak berat dan sukar. Sebab, mereka hanya melihat ke bawah kaki mereka yang tidak lain hanyalah dunia yang fana dan hina.

Wahai yang terkena musibah! Setiap kali ada yang hilang sebenarnya anda beruntung. Allah telah mengirim untuk anda risalah berhias kelembutan, pahala, dan pilihan terbaik-Nya. Orang yang mendapat musibah hendaknya melihat bahwa hasil dari itu semua adalah, “Diadakan diantara mereka dinding berpintu yang di sebelah dalamnya berupa rahmat, sementara sebelah luarnya berupa siksa.” Yang terdapat di sisi Allah tentu lebih baik, lebih kekal, lebih menenangkan, lebih agung, dan lebih mulia.

From the book : 30 Rahasia Hidup Tenteram dan Bahagia
By : DR. Aidh Al-Qarni

Renungkan dan Bersyukurlah

Renungkanlah bermacam nikmat yang Allah curahkan pada anda dari segala penjuru, baik dari atas maupun dari bawah. ”Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu melakukannya.” Kesehatan, kedamaian, makanan, pakaian, udara, dan air. Tanpa sadar sebenarnya anda telah menggenggam dunia dan memiliki kehidupan. “Dia telah mencurahkan nikmat-Nya kepadamu baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.” Anda memiliki dua mata, lisan, dan dua bibir, dua tangan dan kaki. ”Lalu, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.

Apakah menurut anda sepele ketika anda bisa berjalan dengan kedua kaki padahal banyak kaki lain yang lumpuh?! Apakah sepele anda bsa bertumpu dengan kedua betis, sementara banyak betis lain yang teramputasi?! Apakah sepele ketika anda bisa tidur nyenyak, sementara banyak orang lain yang tidak bisa tidur lantaran sakit?! Sepelekah ketika anda bisa mengisi perut dengan makanan lezat serta mereguk minuman yang dingin, sementara orang lain tidak mendapatkan makanan dan minuman?! Renungkan pendengaran anda yang tidak tuli, penglihatan anda yang tidk buta, kulita anda yang tidak terkena penyakit sopak dan lepra, serta akal anda yang masih waras; tidak gila.

Maukah mata anda ditukar dengan segunung emas? Maukah anda menjual pendengaran anda dengan sebukit perak? Maukah anda membeli ustana yang indah dengan lisan anda sehingga anda menjadi bisu? Maukah anda menukar kedua tangan anda dengan kalung mutiara dan permata?

Jadi, demikian banyak dan melimpah nikmat yang ada pada anda. Hanya saja, anda tidak sadar, anda risau, sedih, dan gelisah, padahal anda masih bisa menikmati sepotong roti hangat, air dingin, tidur nyeyak, dan berada dalam kondisi sehat. Anda meratapi yang tiada, sementara lupa bersyukur terhadap apa yang ada. Anda risau dengan kerugian harta yang diserita, padahal ditanganmu terdapat kunci kebahagiaan serta limpahan nikmat dan kebaikan.

Renungkan dan bersyukurlah! “Pada dirimu (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah), apakah engkau tidak melihatnya.” Renungkanlah diri anda, keluarga anda, rumah anda, pekerjaan anda, kesehatan anda, teman-teman anda, dan dunia disekitar anda. “Mereka menyadari nikmat Allah, namun kemudian mengingkarinya.

Sunday, October 23, 2011

Jar of Hearts

Songwriters: Christina Perri;Drew Lawrence;Barrett Yeretsian


I know I can't take one more step towards you
Cause all that's waiting is regret
And don't you know I'm not your ghost anymore?
You lost the love I loved the most

I learned to live, half-alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

I hear you're asking all around
If I am anywhere to be found
I have grown too strong
To ever fall back in your arms

I've learned to live, half-alive
Now you want me one more time

Who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

Dear, it took so long
Just to feel alright
Remember how to put back
The light in my eyes

I wish I had missed
The first time that we kissed
'Cause you broke all your promises
And now you're back you don't get to get me back

Who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Don't come back at all

And who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Don't come back at all

Who do you think you are?
Who do you think you are?
Who do you think you are?

Thursday, June 30, 2011

Yang paling KUAT yang MENANG

Yang paling kuat yang menang,
tapi api dapat melelehkannya.

Api itu kuat,
tetapi air mampu memadamkannya.

Air itu kuat,
tetapi matahari bisa mengalahkannya.

Matahari itu kuat,
tetapi angin mampu memindahkannya.

Angin itu kuat,
tetapi manusia mampu menahannya.

Manusia itu kuat,
tetapi ketakutan bisa melemahkannya.

Ketakutan itu kuat,
tetapi tidur bisa mengatasinya.

Tidur itu kuat,
tetapi mati ternyata lebih kuat.

Yang terkuat adalah amal kebaikan,
ia takkan hilang setelah mati.


From the book "The Way to Win"
by : Solikhin Abu Izzuddin

Monday, May 23, 2011

Siapkah Kita Untuk Mati..?

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail.

Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.

“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Alloh”. Salam Malaikat Izrail,

“Wa’alaikum salam wa rahmatulloh”. Jawab Nabi Idris a.s.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.

Seperti tamu yang lain, Nab i Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail.

Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya “menghadap”. Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja.

Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan “tamunya” itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan. “Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”. pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).

“Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)” kata Nabi Idris a.s.

“Kenapa?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

“Buah-buahan ini bukan milik kita” . Ungkap Nabi Idris a.s.

Kemudian Beliau berkata: ” Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram”.

Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan pikir Nabi Idris a.s.

” Siapakah engkau sebenarnya?” tanya Nabi Idris a.s.

“Aku Malaikat Izrail”. Jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

“Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku?” selidik Nabi Idris a.s serius.

“Tidak” Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.

“Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.

“Aku punya keinginan kepadamu”. Tutur Nabi Idris a.s

“Apa itu? Katakanlah!”. Jawab Malaikat Izrail.

“Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku” . Pinta Nabi Idris a.s.

“Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya” , tolak Malaikat Izrail. Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s.

Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.

Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.

“Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku? ” Tanya Malaikat Izrail.

“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”. Jawab Nabi Idris a.s.

“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”. Kata Malaikat Izrail.




 
Free Blogger Templates